Postingan

Cerpen sahabat

Sahabat "Aku bisa duduk bersamamu di sini selamanya, aku tidak perlu menyentuhmu, aku tidak perlu mendengar suaramu, aku bahkan tidak perlu melihatmu, selama aku yakin bahwa kau bersamaku di sini." Aku tersenyum ketika membaca tulisan yang diukir di batu dengan fotoku dan Richa duduk bersama dan 'Sabahat Selamanya' tertulis dalam huruf cetak. "Dia memang selalu dramatis," aku berucap. Senyuman riang di wajah kami cukup untuk membangkitkan setumpuk kenangan yang sudah kami lalui. Aku mengeluarkan bingkai foto yang berdebu, membersihkannya dan menaruhnya kembali di atas meja di sebelah tempat tidur. Aku akhirnya mengeluarkan tas yang terakhir. Aku sudah siap untuk pergi. "Ini akan jadi sangat sulit," pikirku. Sebuah pikiran yang mengerikan tiba-tiba terlintas.  Kupu-kupu berterbangan di perutku. Ku lihat foto itu sekali lagi, "Apakah kamu tahu betapa aku membutuhkanmu saat ini? Aku merindukanmu, bodoh! Sangat merindukanmu!...

Cerpen pak guru

Pak Guru oh Pak Guru Di suatu kampung nelayan, sesosok Bapak Guru Muda yang baru saja hadir dari kota begitu bersemangat membentuk murid-muridnya terpelajar dan memiliki disiplin yang tinggi. Pada saat pertama kali bertatap muka, Sang Guru Muda mulai menyampaikan sejumlah peraturan kedisiplinan siswa. “Anak-anak bapak yang bagus, bapak sangat senang dapat membina kalian di sini. Bapak harap, kita semuanya sama-sama mampu menjalankan aktifitas belajar dengan baik ke depannya. Oleh sebab itu, mulai sekarang tidak boleh ada lagi yang terlambat. Bapak pun tidak ingin mendapati kalian berangkat sekolah dengan penampilan kacau, dan kalian mesti merapikan rambut serta kuku-kuku kalian. Jangan ada rambut yang panjang terlebih lagi kuku. Besok pagi Bapak akan mengecek satu persatu”. Dikeesokan harinya, Guru tersebut pun hadir pagi pagi sekali. Dia mau mengamati kesungguhan siswanya tersebut mengikuti perintahnya. Anak-anak pun hadir satu per satu dengan tepat waktu, perasaan pak Guru pun...

PUISI KEHIDUPAN

KEHIDUPAN Angin bertiup kearah mentari, Menikmati panorama dipagi hari, Merasakan sejuknya alam yang sepi. Para burung mulai keluar dari rumahnya, Beterbangan dan mulai mencari apa yang harus dia cari. Awan hitam yg menyelimuti, Kini berubah menjadi Awan Biru yang di nanti, dan menjadi Langit yang terlihat sejuk di hati. Lukisan-Lukisan yang menghiasi Langit Pagi, menambah kedamaian di dalam hati dan membuat mata menjadi-jadi. Itulah Tuhan, Sang Pencipta abadi. Menciptakan segala rupa, dan menikmati hasil karyanya tentang Indahnya Panorama Kehidupan